Berikut ini bahan studi kasus untuk diskusi Modul A1 Pernikahan adalah sebuah perjanjian.
Bahan Studi Kasus Modul A1
Posted in 1
Pendidikan Pranikah Sukseskan Rumah Tangga Anda!
Selasa, 15 September 2009 | 15:50 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Perkawinan sebagai peristiwa sakral dalam perjalanan hidup dua individu. Banyak sekali harapan untuk kelanggengan suatu pernikahan. Agar harapan pernikahan dapat terwujud, maka diperlukan pendidikan pranikah dan parenting yang merupakan salah satu upaya penting dan strategis.
“Hasilnya akan jauh lebih baik jika pengantin baru mempunyai bekal, dari pada terjun bebas,” ujar Tulus Sastro Widjoyo Ketua III, BP 4 Departemen Agama, di Hotel Bidakara, Selasa (15/9 ).
Ia menuturkan, pendidikan pra nikah belum menjadi prioritas bagi keluarga maupun calon pengantin. Padahal dalam kursus diajarkan banyak hal yang dapat mendukung suksesnya kehidupan rumah tangga pengantin baru.
Materi yang diberikan pada kursus pranikah antara lain, kesehatan organ reproduksi, UU perkawinan, UU KDRT. “Dengan adanya pemaparan materi-materi itu, pasangan baru tersebut mengetahui apa hak dan kewajiban secara undang-undang. Misalnya saja pengantin jadi mengetahui, kalau saat terjadi perselisihan antar suami-istri, berdasarkan Undang-undang tetangga atau keluarga terdekat bisa menengahinya,” kata dia.
Materi penting yang juga ada dalam pendidikan pra-nikah tersebut adalah mengenai cara menjadi orang tua yang baik. Seperti diketahui, menjadi orang tua tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan baik moril maupun materiil.
Pada kursus tersebut akan dibahas mengenai kesiapan menjadi orang tua, mendidik anak dan mengatur emosional. Selain itu peserta juga akan mendapatkan materi tentang managemen keuangan keluarga.
Lebih jauh ia mengharapkan, pendidikan pranikah dapat dilakukan diberbagai tempat. Pasalnya saat ini pendidikan pranikah baru dilaksanakan di beberapa tempat. “Misalnya untuk umat muslim dilakukan pada kantor Agama, umat kristiani pada gereja-gereja. Semoga agama-agama lain juga mempunyai tempat pendidikan pranikah,” ucapnya.
Selain itu, kata dia, waktu pendidikan juga harus ditambah. “Yang baik seperti umat kristen, yang pendidikan pra nikahnya hingga berbulan-bulan. Saat ini bagi umat muslim pendidikan pra nikah hanya seminggu. Kalau lebih baik, pengetahuan yang didapat juga lebih terserap,” ucapnya.
Posted in Umum
Contoh Anggaran Pernikahan
Setelah kita menemukan pasangan hidup kita, kemudian mengikuti proses konseling awal dan akhirnya mengikuti kelas bimbingan pra nikah (BPN). Sejalan dengan proses dalam Bimbingan Pra Nikah (BPN) yang ada, akhirnya kita pun memutuskan tanggal untuk pernikahan.
Upss…. jangan lupa selain telah menentukan tanggal pernikahan kita, telah mendaftarkan untuk acara pemberkatan dan persiapan lainnya, ada satu persiapan yang sangat penting, namun seringkali dilupakan bagi pasangan yang akan menikah, yakni, membuat BUGDETING atau ANGGARAN PERNIKAHAN
Mengapa bugdeting atau anggaran penting, kita tentu tidak ingin setelah pesta pernikahan kita usai, kita menyisakan begitu banyak utang-utang bukan, oleh karena itu kita harus membuat anggaran pernikahan, yang tentunya disesuaikan dengan keuangan yang kita punyai.
Berikut ini contoh anggaran pernikahan yang bisa digunakan oleh pasangan-pasangan yang akan menikah dalam membuat bugdeting atau anggaran pernikahan.
Posted in Umum
Memilih Pasangan Hidup Cukupkah dengan Cinta saja?
Dalam kehidupan kita sebagai orang muda, terdapat satu hal yang tak terelakkan. Jatuh Cinta
Hal ini adalah hal yang bisa membuat kita merasa senang, sedih, semangat, putus asa, kecewa, dan berbagai hal yang lain. Dunia kita yang tadinya tenang dan damai, tiba-tiba saja bergoncang dan tidak akan pernah sama lagi karena kehadirannya. Tidak bertemu sesaat saja rasanya sudah seperti ribuan tahun menunggu. Bila teringat dirinya rasanya terasa sesak. Ribuan rasa terasa memenuhi rongga dada. Itulah cinta.
Sungguh mengherankan bukan, satu kejadian ini saja bisa menjungkir-balikkan isi dunia kita. Akan tetapi, sesungguhnya hal ini sudah dicatat di waktu yang lampau oleh raja Salomo dalam Kidung Agung 8:6B, “….karena cinta kuat seperti maut…” Ya itulah cinta … yang membuat seorang ibu rela menahan sakit karena harus melahirkan anak yang telah dikandungnya selama 9 bulan dengan susah payah; yang membuat seorang ayah bekerja mati-matian untuk menghidupi keluarganya; dan yang membuat seseorang rela melakukan banyak hal yang begitu luar biasa untuk seseorang yang dikasihinya. Semua atas nama cinta.
Pasangan Sepadan Mencintai berarti mengharapkan yang terbaik untuk orang yang dicintai. Bisa mencintai adalah suatu anugerah yang besar, karena tidak sedikit orang yang telah kehilangan kemampuan untuk mencintai.
Mencintai berarti membuka diri untuk terluka. Terdapat resiko besar untuk terluka saat kita mencintai. Saat kita mencintai, hati kita begitu rentan karena kita memberi suatu akses pada orang yang kita cintai untuk melukainya. Akan tetapi jangan pernah menyerah untuk mencintai. Saat hati kita masih bisa merasa (apapun rasa itu), berarti kita masih hidup dan hidup yang penuh warna terlebih bernilai daripada hidup yang hanya satu warna dan hampa.
Karena begitu besarnya resiko yang harus ditempuh saat kita mencintai, marilah kita bijaksana. Memang cinta dapat timbul sewaktu-waktu tanpa dapat dicegah. Tetapi membiarkan cinta tumbuh atau membunuhnya saat cinta itu masih dangkal, itu adalah suatu keputusan. Semoga kita memilih orang yang tepat saat kita membiarkan cinta itu tumbuh.
Pertanyaannya adalah, siapakah orang yang tepat itu? Alkitab setidaknya mencatat ada satu hal mendasar yang dapat menjadi pedoman kita dalam memilih siapakah kiranya orang yang tepat untuk kita biarkan menjadi ladang penyemaian cinta kita: Roma 12:2, “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Hal yang ingin saya garis bawahi di sini adalah mulai dari kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Dari sana timbullah pertanyaan lain: Apa yang baik? Apa yang berkenan kepada Allah? Apa yang sempurna di mata Allah? Mari kita kupas satu persatu.
1. Apa yang baik?
Hal ini dapat kita lihat pada 2 Korintus 6:14, ” Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan
kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” Di sini artinya adalah hendaknya kita berpasangan dengan orang yang seiman. Permasalahan iman adalah permasalahan pribadi yang tidak dapat dipaksakan. Masalah iman adalah masalah hak asasi manusia. Akan tetapi cinta yang mengarah pada kehidupan pernikahan adalah suatu bentuk persatuan Roh, dan bukan semata persatuan daging. Pernikahan dilandasi oleh cinta namun tidak cukup hanya dengan cinta, terutama sangat dibutuhkan peran pihak ketiga, yaitu Kristus. Sebuah kapal dengan dua nahkoda akan sulit sekali untuk berlayar.
2. Apa yang berkenan kepada Allah?
Hal ini dapat dilihat pada Kejadian 2:18, ” Tuhan Allah berfirman: Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Pertanyaan berikutnya adalah seperti apakah penolong yang sepadan itu? Sepadan dalam Alkitab dianalogikan sebagai kuk pada 2 ekor sapi yang digunakan untuk membajak lahan. Bila kuk tersebut tidak sama berat, maka akan timbul berat sebelah yang akhirnya tidak akan memungkinkan untuk 2 ekor sapi tersebut untuk maju secara bersamaan untuk membajak lahan tersebut.
Bila dikembalikan pada konteks pasangan hidup, pasangan hidup yang sepadan adalah pasangn hidup yang memungkinkan untuk bersama2 menjalani hidup dengan sebaik mungkin. Pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana
ukuran kesepadanan itu?
Pasangan Sepadan. Kesepadanan dapat dilihat dari:
a. Kapasitas rohani (seberapa banyak pasangan dan diri kita telah mengalami Tuhan dalam hidupnya).
b. Wawasan/ pola pikir yang akan sangat dipengaruhi latar belakang, pendidikan, pengalaman, dan kehidupannya.
c. Memiliki misi dan visi yang diarahkan kepada Tuhan.
d. Memiliki kedewasaan psikologis untuk berkomitmen.
Pasangan yang sepadan adalah pasangan yang memiliki empat dimensi tersebut dengan kadar yang kurang lebih sama (tidak terlalu jauh). Ingat prinsip kuk: bila salah satu terlalu berat dan satu terlalu ringan, maka sapi
tidak bisa jalan beriringan.
3. Setelah berjalan beriringan, pertanyaannya apakah kehendak Tuhan yang sempurna?
Hal ini dapat dilihat dalam Matius 11:29-30, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan.” Penekanannya adalah pada kata pikullah kuk dan ringan. Pasangan yang sempurna adalah yang telah memenuhi kehendak Tuhan yang baik dan yang berkenan, dan yang dapat membuat menjadi ringan saat menunaikan tujuan Allah bagi kita (memikul kuk).
Lalu selain ketiga hal tersebut, apa ciri-ciri dia pasangan hidup yang tepat?:
1. Bersamanya kita mengalami damai sejahtera.
2. Kita semakin maju dalam pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan sosial kita.
3. Kita semakin dekat dengan Tuhan.
Permasalahannya adalah: apakah kita sudah menjadi orang yang dapat memenuhi 3 kehendak Allah tersebut? Kalau belum, maka kejarlah itu dahulu!
Jadi, selamat mencintai! Selamat jatuh cinta! Selamat memilih pasangan hidup yang tepat!~.^
diambil dari http://www.tanahperjanjian.com
Posted in Umum
Jadwal Kelas BPN Juni – Desember 2009
Berikut ini jadwal Kelas Besar BPN selama bulan Juni – Desember 2009 per area:
| 1. AREA PUSAT |
| TANGGAL | EVENT | MATERI |
| 29 May 2009 | Kelas Besar | Membangun Komunikasi yang Sehat |
| 05 Juni 2009 | Kelas Kecil | |
| 12 Juni 2009 | Kelas Besar | Pendewasaan Melalui Konflik |
| 19 Juni 2009 | Kelas Kecil | |
| 26 Juni 2009 | Kelas Besar | Gambar Diri |
| 03 July 2009 | Kelas Kecil | |
| 10 July 2009 | Kelas Besar | Hati Nurani |
| 17 July 2009 | Kelas Kecil | |
| 24 Juli 2009 | Kelas Besar | Kesatuan & Kemandirian Keluarga |
| 31 Juli 2009 | Kelas Kecil | |
| 07 Agustus 2009 | Kelas Besar | Peranan Suami – Istri |
| 14 Agustus 2009 | Kelas Kecil | |
| 28 Agustus 2009 | Kelas Besar | Mendidik Anak |
| 04 September 2009 | Kelas Kecil | |
| 11 September 2009 | Kelas Besar | Keuangan Dalam Keluarga |
| 18 September 2009 | Kelas Kecil | |
| 02 Oktober 2009 | Kelas Besar | 4 Hukum Dosa |
| 09 Oktober 2009 | Kelas Kecil | |
| 16 Oktober 2009 | Kelas Besar | Pernikahan adalah sebuah Perjanjian |
| 23 Oktober 2009 | Kelas Kecil | |
| 30 Oktober 2009 | Kelas Besar | Pernikahan Hubugan Yang Kudus |
| 06 November 2009 | Kelas Kecil | |
| 13 November 2009 | Kelas Besar | Pra Nikah Yang Kudus |
| 20 November 2009 | Kelas Kecil | |
| 04 Desember 2009 | Kelas Besar | Disiplin & Ketegasan |
| 11 Desember 2009 | Kelas Kecil |
2. AREA BARAT
| TANGGAL | EVENT | MATERI |
| 05 Juni 2009 | Kelas Besar | Membangun Komunikasi yang Sehat |
| 12 Juni 2009 | Kelas Kecil | |
| 19 Juni 2009 | Kelas Besar | Pendewasaan Melalui Konflik |
| 26 Juni 2009 | Kelas Kecil | |
| 03 July 2009 | Kelas Besar | Gambar Diri |
| 10 July 2009 | Kelas Kecil | |
| 17 July 2009 | Kelas Besar | Hati Nurani |
| 24 July 2009 | Kelas Kecil | |
| 31 July 2009 | Kelas Besar | Kesatuan & Kemandirian Keluarga |
| 07 Agustus 2009 | Kelas Kecil | |
| 14 Agustus 2009 | Kelas Besar | Peranan Suami – Istri |
| 21 Agustus 2009 | Kelas Kecil | |
| 28 Agustus 2009 | Kelas Besar | Mendidik Anak |
| 04 September 2009 | Kelas Kecil | |
| 11 September 2009 | Kelas Besar | Keuangan Dalam Keluarga |
| 18 September 2009 | Kelas Kecil | |
| 09 Oktober 2009 | Kelas Besar | 4 Hukum Dosa |
| 16 Oktober 2009 | Kelas Kecil | |
| 23 Oktober 2009 | Kelas Besar | Pernikahan adalah sebuah Perjanjian |
| 30 Oktober 2009 | Kelas Kecil | |
| 06 November 2009 | Kelas Besar | Pernikahan Hubugan Yang Kudus |
| 13 November 2009 | Kelas Kecil | |
| 20 November 2009 | Kelas Besar | Pra Nikah Yang Kudus |
| 27 November 2009 | Kelas Kecil | |
| 04 Desember 2009 | Kelas Besar | Disiplin & Ketegasan |
| 11 Desember 2009 | Kelas Kecil |
3. AREA CIKARANG
| TANGGAL | EVENT | MATERI |
| 07 Juni 2009 | Kelas Besar | Membangun Komunikasi yang Sehat |
| 14 Juni 2009 | Kelas Kecil | |
| 21 Juni 2009 | Kelas Besar | Pendewasaan Melalui Konflik |
| 28 Juni 2009 | Kelas Kecil | |
| 05 July 2009 | Kelas Besar | Gambar Diri |
| 12 July 2009 | Kelas Kecil | |
| 19 July 2009 | Kelas Besar | Hati Nurani |
| 26 July 2009 | Kelas Kecil | |
| 02 Agustus 2009 | Kelas Besar | Kesatuan & Kemandirian Keluarga |
| 09 Agustus 2009 | Kelas Kecil | |
| 16 Agustus 2009 | Kelas Besar | Peranan Suami – Istri |
| 23 Agustus 2009 | Kelas Kecil | |
| 28 Agustus 2009 | Kelas Besar | Mendidik Anak |
| 06 September 2009 | Kelas Kecil | |
| 11 September 2009 | Kelas Besar | Keuangan Dalam Keluarga |
| 13 September 2009 | Kelas Kecil | |
| 11 Oktober 2009 | Kelas Besar | 4 Hukum Dosa |
| 18 Oktober 2009 | Kelas Kecil | |
| 25 Oktober 2009 | Kelas Besar | Pernikahan adalah sebuah Perjanjian |
| 1 November 2009 | Kelas Kecil | |
| 8 November 2009 | Kelas Besar | Pernikahan Hubugan Yang Kudus |
| 15 November 2009 | Kelas Kecil | |
| 22 November 2009 | Kelas Besar | Pra Nikah Yang Kudus |
| 29 November 2009 | Kelas Kecil | |
| 04 Desember 2009 | Kelas Besar | Disiplin & Ketegasan |
| 11 Desember 2009 | Kelas Kecil |
Posted in Agenda
Dibuka BPN Area Cikarang
Selama 2008 dan sebelumnya, ternyata peserta BPN dari Abbalove Cikarang harus menghadapi tantangan yang cukup berat setiap kali datang ke kelas Besar yang diadakan di Speed Plaza, Gunung Sahari. Mereka berdomisili di area Bojong & Karawang dan harus menggunakan kendaraan umum dengan waktu tempuh 2 jam lebih, ini berakibat seringkali saat tiba di speed sudah hampir pkl 21.00 wib, tidak jarang akhirnya mereka pulang lagi karena sudah “terlalu terlambat”, belum lagi perjalanan pulang 2 jam lagi, bisa dibayangkan sampai ke rumah sekitar pkl 23.00 wib.
Melihat keantusiame dari rekan-rekan di Abbalove Cikarang, maka mulai tahun 2009 ini, tepatnya pada tanggal 15 Maret 2009 mendatang, BPN area Cikarang akan diadakan sendiri (khusus Modul A & B), tetapi untuk modul C dan H2H Gathering tetap gabung dengan rekan-rekan di Abbalove Pusat.
Ayo mari kita dukung, dan biarlah setiap pasangan yang ada di Abbalove Cikarang dan sekitarnya, bisa mengikuti kelas BPN ini, sehingga nantinya setiap pelajaran yang ada di BPN bisa dipraktekan dan nantinya bisa menjadi keluarga yang membawa berkat buat area Cikarang dan sekitarnya.
H2H Gathering
Deddy – Sinta
Berikut ini profil salah satu Pembina BPN Abbalove Ministries
| Nama | : | Deddy Sudja |
| Nama Istri | : | Sinta |
| Tanggal Pernikahan | : | 21 Mei 2005 |
| Jumlah Anak Binaan | : | 4 pasang |
| Foto | : | ![]() |
Posted in Profil Pembina BPN
Sekendar – Ria
Berikut ini profil salah satu Pembina BPN Abbalove Ministries
| Nama | : | Sekendar Lukman |
| Nama Istri | : | Ria Setiawan |
| Tanggal Pernikahan | : | 18 Februari 1995 |
| Nama Anak | : | Joshua Abisha Lukman |
| Gloria Joyanne Lukman | ||
| Jumlah Anak Binaan | : | 3 pasang |
| Foto | : | ![]() |
Posted in Profil Pembina BPN
Andy – Dewi
Berikut ini profil salah satu Pembina BPN Abbalove Ministries
| Nama | : | Andi Wijaya |
| Nama Istri | : | Dewi T.W. |
| Tanggal Pernikahan | : | 15 January 2006 |
| Jumlah Anak Binaan | : | 4 pasang |
| Foto | : | ![]() |
Posted in Profil Pembina BPN


